Indonesia Search Engine

Sunday, October 16, 2011

SEJARAH UANG INDONESIA

Uang Pertama Bank Indonesia 
Menurut sejarah, Bank Indonesia berdiri sejak 1 Juli 1953 dan uang kuno pertama yang dikeluarkan adalah seri kebudayaan, yang ditandatangani oleh gubernurnya yang pertama Fyaitu Mr. Sjafruddin Prawiranegara.

Sejarah uang indonesia


Gubernur BI pertama (1953-1958)
Tanggal edar seri ini bervariasi dari 2 Juli 1953 (satu hari setelah BI berdiri) s/d 25 Januari 1955 :
Rp. 5 dan Rp. 10 diedarkan mulai 2 Juli 1953 dan ditarik 16 Januari 1961
Rp.100 diedarkan mulai 16 Desember 1953 dan ditarik 15 Desember 1961
Rp. 25 diedarkan mulai 8 Juni 1954 dan ditarik 16 januari 1961
Rp. 50 diedarkan tanggal 13 Agustus 1954 dan ditarik tanggal 16 Januari 1961
Rp. 1000 diedarkan mulai 23 November 1954 sampai 7 Agustus 1958
Rp. 500 diedarkan terakhir yaitu 25 Januari 1955 sampai 21 September 1959

Tanggal edar yang berbeda-beda mungkin dikarenakan seri ini dicetak oleh percetakan yang berlainan. Tercatat ada 3 percetakan yang ikut berpartisipasi yaitu :
Thomas De La Rue, percetakan besar dari Inggris (pecahan Rp.5)
Percetakan Kebajoran NV (pecahan Rp.10 dan Rp.25)
Johan Enschede en Zonen asal Belanda (semua pecahan kecuali Rp.5)


Seri kebudayaan termasuk sangat digemari karena memiliki nominal yang lengkap dari 5 s/d 1000 rupiah, juga memiliki gambar yang sangat indah yang mencerminkan kebudayaan Indonesia yang pada saat itu baru saja merdeka.



Uang Pertama Bank Indonesia
Pecahan 5 rupiah seri kebudayaan ini merupakan uang pertama yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia.
Bergambar RA kartini di bagian muka dan corak tumbuhan di bagian belakang. Gambar pada uang ini memiliki arti yang sangat mendalam:
RA Kartini sebagaimana yang telah kita ketahui adalah seorang pahlawan wanita yang sangat dikagumi, beliau menuliskan kumpulan surat2 yang diterbitkan oleh Balai Pustaka di tahun 1922 berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang: Bolah Pikiran. Dengan terbitnya surat2 Kartini, seorang perempuan pribumi, sangat menarik perhatian Belanda, dan pemikiran2 Kartini mulai mengubah pandangan masyarakat Belanda terhadap perempuan pribumi di Jawa. Presiden Sukarno menetapkan Kartini sebagai pahlawan nasional pada tanggal 2 Mei 1964 dan menjadikan hari kelahirannya tanggal 21 April sebagai hari Kartini.
Bagian muka pecahan 5 rupiah seri kebudayaan

Sedangkan di bagian belakang, terdapat gambar dari corak pohon yang menyerupai pohon kehidupan yaitu kalpataru. Kata kalpataru berasal dari kata 'kalp' yang berarti ingin atau keinginan dan 'taru' yang berarti pohon. Jadi kalpataru berarti pohon yang dapat mengabulkan keinginan manusia. Lukisan ini terdapat pada candi-candi seperti pada Borobudur, Pawon, Mendut dan Prambanan.
Supaya tidak menimbulkan perbedaan pendapat tentang kualitas suatu uang kertas maka kalangan numismatik membutuhkan suatu standarisasi, yang disebut grading.

The international Bank Note Society (IBNS) menerapkan suatu standarisasi grading yang terdiri dari :


1. UNC atau Uncirculated : yaitu keadaan sempurna dengan semua sudut tajam, tidak ada cacat sedikitpun, bersih, dan permukaan kertas masih berkilau. Sebagai ilustrasi adalah selembar uang kertas yang diambil dari segepok uang baru yang masih tersegel.

[0264.jpg]
Uncirculated (UNC)


2. AU atau Almost Uncirculated : keadaan uang yang hampir sama dengan di atas tetapi ada minor mishandling seperti lipatan pada sudut, atau lipatan halus pada bagian tengah, tetapi tidak boleh keduanya, selain itu kondisi uang harus bersih dan berkilau seperti aslinya, semua sudut harus tajam.

[0372.JPG]
NICA 500 gulden kondisi Almost uncirculated (AU)
3. EF/XF atau Extremely Fine : kertas dalam keadaan baik, crisp atau kaku, masih memiliki kilau pada permukaan, dan memiliki maksimum 3 lipatan tipis atau satu lipatan tajam, sudut sedikit membundar.

Wayang 50 gulden kondisi Extremely Fine (EF/XF)
4. VF atau Very Fine : uang kertas telah dipakai namun masih tetap crisp, ada sedikit kotor dan beberapa lipatan vertikal dan horisontal namun tidak sobek.


Wayang 200 gulden kondisi Very Fine (VF)
5. F atau Fine : uang telah sering terpakai dengan beberapa lipatan dan tidak crisp lagi, tidak terlalu kotor, mungkin ada sedikit sobek pada bagian margin tetapi tidak masuk ke gambar, warna masih jelas.

Gedung 30 gulden kondisi Fine (F)
6. VG atau Very Good : uang telah terpakai berkali-kali namun kertas masih utuh, terdapat sobekan pada sudut sehingga tidak tajam lagi, ada sobekan yang masuk hingga ke gambar, mungkin ada bekas karat, dan pada bekas lipatan mungkin ada lubang /sobekan kecil, kertas layu tetapi tidak ada bagian yang hilang karena sobek.



Coen 200 kondisi Very Good (VG)
7. G atau Good : uang telah lama dipakai, warna telah memudar, bekas lipatan yang berkali-kali telah menyebabkan lubang atau sobekan pada bagian pinggir, mungkin ada bekas karat, kotoran atau grafiti, ada bagian yang hilang karena sobek
Klik Disini untuk melihat
.

ORI 10 rupiah baru kondisi Good (G)
8. Fair : seluruh kertas layu dan kotor akibat pemakaian yang berat, uang telah rusak, terdapat sobekan besar dan ada bagian besar yang hilang.
Barong 10.000 rupiah 1975 kondisi fair


9. P atau Poor : uang telah rusak berat akibat sobekan, karat, bagian yang hilang, grafiti ataupun lubang yang besar, mungkin ada bekas tambalan atau bekas potongan (trimming) pada bagian tepi untuk menutupi bagian yang rusak. Uang yang masuk kategori ini tidak layak dikoleksi kecuali hanya sebagai pengisi sementara atau memang termasuk uang yang sangat langka.
click disini untuk Melihat .
2,5 rupiah 1951 kondisi Poor
daftar nama bank yang ada di indonesial list of bank in indonesia


Tuesday, October 4, 2011

Banten miliki 204 objek wisata

Banten miliki 204 objek wisata
Provinsi Banten yang terbentuk 4 Oktober 2000 memiliki luas wilayah 8.794,01 km2 dengan jumlah penduduk 8.258.055 jiwa. Terdiri dari 4 daerah kabupaten dan 2 kota. Masing-masing Kabupaten Serang, Pandeglang, Lebak, Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Cilegon. Seluruh daerah ini memiliki 204 objek wisata tersebar yang terdiri dari objek wisata pantai 40 lokasi, objek wisata pegunungan 6 lokasi, objek wisata hutan 5 lokasi, objek wisata danau 6 lokasi, objek wisata air terjun 6 lokasi, objek wisata air panas 4 lokasi, objek wisata pulau 8 lokasi, objek wisata terumbu karang 3 lokasi dan objek wisata suaka margasatwa 4 lokasi.
Dari objek wisata sebanyak itu belum termasuk objek wisata karya manusia, baik berupa peninggalan purbakala maupun hasil karya seni masa kini. Seluruh hasil karya manusia yang monumental itu berupa situs arkeologi sebanyak 27 lokasi, bangunan bersejarah 29 lokasi, ziarah/spiritual 52 lokasi, seni tradisional 45 item, makanan khas 45 item, museum 1 buah, pusat kerajinan 2 lokasi, tempat konvensi dan pertemuan 4 lokasi, lapangan golf 11 lokasi, driving range 1 lokasi, danau buatan dan bendungan 3 lokasi, agro wisata 1 lokasi, tambang emas 1 lokasi, masyarakat tradisional 2 lokasi, pusat perbelanjaan 2 lokasi dan industri modern 3 lokasi.
Seluruh objek wisata itu masih ada beberapa objek wisata yang belum sempat di inventarisir Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banten. Terutama yang berada di Kabupaten Lebak, Banten Selatan seperti air terjun, gunung dan goa alam.
Dari sekian banyak objek wisata di Banten terdapat 9 objek wisata unggulan yang khas dan jarang dimiliki daerah lain. Objek wisata itu terdiri dari Taman Nasional Ujung Kulon (Pandeglang), pemukiman masyarakat Baduy (Lebak), Gunung Krakatau (Selat Sunda), kompleks purbakala Banten Lama (Serang), pantai Anyer (Serang), pantai Carita (Pandeglang), pantai Tanjung Lesung (Pandeglang), wisata belanja (Tangerang) dan lapangan golf serta driving range (Tangerang dan Cilegon).
Tengerang yang lokasinya berbatasan dengan Ibu Kota Jakarta terdapat objek wisata pantai, antara lain pantai Dadap, Tanjung Kait dan Tanjung Pasir yang banyak dikunjungi wisatawan tiap akhir pekan dan libur. Sedangkan di wilayah Kota Cilegon  terdapat 2 lokasi objek wisata pantai, yaitu Kelapa Tujuh dan Pulorida. Dari sekian wilayah kabupaten dan kota yang paling banyak memiliki objek wisata adalah Kabupaten Serang, kemudian Pandeglang dan Lebak.
Objek wisata pegunungan dan kawasan hutan hanya dimiliki Kabupaten Serang, Pandeglang dan Lebak. Misalnya hutan meranti terdapat di Pandeglang; hutan Darmasari, Cisungsang dan Cikembang terdapat di Lebak; hutan Rawa Danau terdapat di Serang.   
Daerah Kabupaten Serang yang berbatasan dengan Pandeglang dan Provinsi Lampung memiliki sebagian Gunung Karang, G.Aseupan dan G.Krakatau. Sedangkan Kabupaten Pandeglang memiliki Gunung Karang, G.Pulosari, G.Aseupan, G.Honje dan G.Payung. Sementara Kabupaten Lebak, selain memiliki untaian Pegunungan Kendeng yang memanjang dari barat sampai ke timur, juga memiliki beberapa gunung berapi yang terletak di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun. Dari total 37 gunung berapi di Taman Nasional Gunung Halimun tercatatat 14 buah gunung berada di Kabupaten Lebak. Sisanya dimiliki Kabupaten Bogor dan Sukabumi.
Kemudian dari sekian banyak sungai-sungai yang mengalir dari hulu ke hilir, baik yang bermuara ke Laut Jawa maupun ke Samudera Hindia banyak yang memiliki panorama indah. Sungai-sungai besar yang berada di Provinsi Banten, antara lain Ciujung, Cidurian, Cisadane, Ciliman, Cilemer dan Cidanau. Sungai-sungai itu selain bisa dilayari, juga menjadi arena para pemancing.
Banten juga memiliki beberapa situ atau telaga, antara lain Situ Cipondoh (Tangerang), Situ Gintung (Tangerang), Situ Kelapa Dua (Tangerang), Situ Cikedal (Pandeglang), Situ Pelayangan (Lebak), Rawa Danau (Serang), Tasikardi (Serang), Waduk Krenceng (Cilegon) dan Bendung Pamarayan (Serang).
Air terjun yang terdapat di Banten tersebar di Kabupaten Serang, Pandeglang dan Lebak. Misalnya Curug Gendang (Pandeglang), Curug Cigumawang (Serang), Curug Cikotak (Serang), Curug Cihujan (Serang), Curug Sawer (Serang), Curug Betung (Serang) dan Curug Cibunar (Lebak).
Pemandian air panas yang sudah dikelola terdiri dari 4 lokasi, yaitu Batukuwung (Serang), Cikawah (Pandeglang), Senang Hati (Lebak) dan Ujung Kulon (Pandeglang).




Subscribe to Banten miliki 204 objek wisata by Email

Status Gunung Anak Krakatau Siaga

Anak Gunung Krakatau aktivasnya Tidak Terditeksi
SERANG- Aktivitas kegempaan pada Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda mengalami peningkatan dari status waspada menjadi siaga. Selain aktivitas kegempaan, dari kawah Gunung Anak Krakatau ini juga terus mengeluarkan embusan asap tebal dengan ketinggian antara 600 – 700 meter.

“Kenaikan status dari level waspada ke siaga sudah tercatat sejak tanggal 30 September 2011 lalu. Gunung Anak Krakatau dinaikkan statusnya dari waspada menjadi siaga, menyusul makin aktifnya kegempaan gunung berapi ini. Gempa vulkanik biasanya hanya berlangsung 100 hingga 300 kali per hari. Namun, sejak awal Oktober 2011 ini menjadi 6 ribu hingga 7 ribu kali per hari,” ujar Kepala Pos Pemantau Gunung Anak Krakatau di Pasauran, Anton Tripambudi, Senin (3/10).

Anton menjelaskan, berdasarkan pendataan  yang dilakukannya di  Pos Pemantau di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Serang, tercata jumlah kegempaan pada Gunung Anak Krakatau, setiap 6 jam berlangsung antara 1.300 hingga 1.600 kali.

“Peningkatan  aktivitas gunung tersebut, tidak mengganggu aktivitas pariwisata yang ada di sepanjang Pantai Anyer hingga Pantai Carita. Kami berharap kenaikan status kegempaaan Gunung Anak Krakatau, tidak membuat masyarakat sekitar dan nelayan panik, akan tetapi pihaknya tetap meminta warga untuk hati-hati. Kami hanya mengingatkan kepada siapa pun baik nelayan atau turis untuk tidak mendekat pada radius dua kilometer, dan selebihnya aman atau bisa melakukn aktivitas seperti biasa,” katanya.

Ginanjar, seorang guru yang mengajar di salah satu sekolah di Labuan, Pandeglang mengungkapkan, peningkatan aktivitas pada Gunung Anak Krakatau bukan hanya sekali tetapi sudah terjadi sejak tahun 2007 lalu. Selanjutnya, pada tahun 2009 juga terjadi peningkatan aktivitas pada gunung tersebut. Hal yang sama juga terjadi pada tahun 2010.

“Jadi bagi kami yang tinggal di pesisir pantai sudah terbiasa dengan informasi soal peningkatan status Gunung Anak Krakatau tersebut. Kami tentu tetap waspada. Namun, kami tidak menjadikan informasi itu sebagai penghalang untuk melakukan aktivitas setiap hari. Kami tetap bekerja seperti biasa,” ujarnya. 

berita nusantara

ShareThis

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...