Indonesia Search Engine

Monday, October 31, 2011

Ujung Kulon


Wisata - Taman Nasional Ujung Kulon
           

peta ujung kulon
Di pintu vila Flora tempat wisatawan mondok tertera peringatan yang berbunyi: The monkeys are very curious. Please be sure to keep your doors and windows closed at all times.
          Pengelola Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) tampaknya tak main-main menempelkan peringatan seperti itu. Memang monyet-monyet liar yang hidup di P.Peucang, tempat menampung wisatawan yang bermalam di kawasan TNUK nakal dan pandai mencuri. Benda apa saja yang dijumpai dan pemiliknya sedang lengah langsung dibawa kabur ke dalam hutan. Disamping makanan, kadang-kadang kamera dan kacamata tak luput dicuri monyet-monyet liar yang hidup di pulau itu.
            Monyet ekor panjang merupakan salah satu satwa liar yang hidup bebas di hutan P.Peucang yang luasnya sekitar 350 ha. Selain monyet, di pulau kecil itu juga terdapat kijang. Kedua binatang ini sering berkunjung ke vila bila ada tamu datang. Seolah-olah satwa liar itu menyambut kedatangan wisatawan yang berkunjung ke TNUK.
            TNUK termasuk salah satu unggulan objek wisata di Kabupaten Pandeglang dan Provinsi Banten. Luas wilayahnya sangat luas, seluruhnya meliputi 78.619 ha. Semula luasnya hanya 37.500 ha, tetapi setelah kawasan pegunungan Honje masuk wilayah TNUK luasnya menjadi bertambah.
            Ujung Kulon bukan sekedar kawasan hutan perawan yang ditumbuhi pohon-pohon besar. Tetapi kawasan hutan tropis itu terdapat harta pusaka berupa Badak Jawa bercula satu (Rhinoseros Sundaicus) yang langka di dunia. Jenis satwa peninggalan prasejarah ini kini tinggal 58 ekor. Semakin berkurangnya jumlah badak jenis ini di dunia, selain sulit berkembang biak, satwa ini juga selalu diburu orang. Menurut pengobatan tradisional Cina, culanya memiliki khasiat yang ampuh sebagai pencegah awet muda dan membuat laki-laki menjadi perkasa. Demikian pula dengan kulitnya yang tebal dan tulangnya yang putih menjadi bahan ramuan obat-obatan tradisional.
            Di TNUK juga terdapat macan tutul, macan kumbang, owa, rusa, kancil dan banteng. Jenis burung yang terdapat di kawasan hutan lindung itu tercatat 250 jenis, termasuk merak, enggang, ayam hutan, beo, langir dan raja udang.
            Sebagai salah satu World Heritage Site, warisan dunia yang ditetapkan Unesco, TNUK dikenal pula sebagai gudang plasmanutfah. Berbagai jenis tanaman langkah tumbuh liar di kawasan hutan tersebut. Di antaranya banyak yang belum diteliti para ahli botani. Dan siapa tahu di hutan belantara Ujung Kulon  terdapat tumbuhan obat yang bisa menyembuhkan AIDS, penyakit yang ditimbulkan virus HIV.
Primadona

taman ujung kulon
 Dari sekian banyak objek wisata unggulan di Provinsi Banten, TNUK termasuk objek wisata yang paling diandalkan dan merupakan primadona provinsi ke-30. Taman Nasional itu dikenal wisatawan mancanegara bukan karena memiliki satwa langka badak bercula satu, tetapi keindahan alamnya juga mampu mempersona setiap pengunjung.
            Meski objek wisata ini jauh dan sulit ditempuh, tetapi tak urung banyak wisatawan berkantong tebal yang melakukan safari ke kawasan tersebut. Ada yang memilih perjalanan lewat laut dan ada pula yang lewat darat menikmati suasana alam pedesaan yang asri.
            Bagi yang gemar memancing sambil menikmati panorama laut Selat Sunda, bisa memilih perjalanan panjang dengan kapal motor dari pantai Carita ke P.Handeuleum dan P.Peucang. Rute perjalanan laut menyusuri sepanjang pantai minimal membutuhkan waktu 3 jam. Kapal motor yang biasa mengantar wisatawan ke TNUK biasanya dari Wana Wisata Ujung Kulon Resort atau Marina Lippo Carita. Kapal berkapasitas 8 orang penumpang dengan mesin 2 x 70 PK ongkosnya pergi pulang Rp3 juta. Tetapi bila bermalam di TNUK dikenakan sewa tambahan sebesar 50%.
            Selama pelayaran lk.3 jam lamanya, wisatawan bisa memancing ikan tongkol, tenggiri atau hiu yang banyak terdapat di perairan Selat Sunda. Memancing memang merupakan atraksi yang mengasyikan. Apalagi di sekitar perairan TNUK banyak ikannya. Setiap pemancing bisa mendapatkan ikan yang besar, asalkan laut di sekitar lokasi pemancingan tenang dan arusnya tak begitu kuat.
            Bila wisatawan ingin menyewa kapal motor yang lebih murah, bisa mengontak nelayan setempat. Di tempat penambatan kapal motor nelayan, seperti di Anyer, Pesauran, Carita dan Labuan, wisatawan bisa melakukan tawar menawar mengenai sewa kapal. Biasanya untuk ukuran kapal motor berkapasitas 10 orang penumpang, sewanya sekitar Rp1 juta/hari. Namun dengan jenis kapal pencari ikan ini jarak tempuh menjadi lebih lama, yaitu sekitar 8 jam.
            Bagi yang suka mabuk laut disarankan melakukan perjalanan safari lewat darat menggunakan kendaraan roda empat atau sepeda motor. Jarak tempuh dari Jakarta ke Tamanjaya, perbatasan wilayah TNUK lk.250 km. Bila cuaca baik dan tidak turun hujan bisa ditempuh dalam waktu sekitar 5 jam.
            Dari Jakarta bisa menggunakan rute Serang-Pandeglang-Labuan-Panimbang-Ciguelis-Cibaliung-Cimanggu-Sumur-Tamanjaya. Atau lewat Serang-Cilegon-Anyer-Carita-Labuan-Panimbang terus ke Tamanjaya. Rute perjalanan yang dilalui sebagian besar menyusuri pantai Selat Sunda yang menyuguhkan pemandangan indah. Saat ini kondisi jalan dan jembatan termasuk baik.Meski begitu, wisatawan dianjurkan menggunakan kendaraan roda empat chasis tinggi, seperti Jeep, Kijang atau Panther.
            Ruas jalan antara Labuan-Panimbang banyak terdapat hotel dan objek wisata yang bisa dinikmati untuk melepaskan lelah. Demikian pula dengan Tanjung Lesung, pantai Cemara, atau pantai Ciputih dekat Sumur. Bila wisatawan ingin menikmati suasana lain, misalnya bakar ikan dari hasil tangkapan nelayan, bisa singgah di pantai Cigorondong atau Cipining yang memiliki panorama indah.
            Tiba di Tamanjaya, wisatawan bisa melanjutkan perjalanan lewat laut langsung ke P.Handeuleum atau ke P.Peucang dengan kapal motor nelayan. Perjalanan lewat darat, selain bisa menghemat uang, juga bisa menikmati panorama alam pegunungan dan pantai yang indah.
Semenanjung Ujung Kulon
            Di Semenanjung Ujung Kolon, wisatawan bisa menjelajahi hutan belukar P.Peucang yang kaya dengan pohon besar dan tinggi. Di bagian pantai sebelah barat, wisatawan bisa menikmati suasana sunset, matahari  terbenarm di Karang Copong.
            Di sekitar lokasi pondok peristirahatan, wisatawan bisa bercengkerama dengan beberapa ekor rusa dan kera. Dan bagi wisatawan yang gemar menyelam atau berenang di laut, bisa terjun di pantai dekat dermaga P.Peucang. Lokasi ini memiliki taman laut yang indah dengan air lautnya yang jernih. Berbagai jenis ikan hias bisa disaksikan bermain di sekitar kawasan bunga karang.
            Bila ingin melihat rombongan banteng yang tengah menikmati rerumputan, wisatawan bisa menyeberang dari P.Peucang ke Semanjung Ujung Kulon. Kemudian jalan kaki menuju mercu suar yang terpencil dan jauh dari pemukiman penduduk di Tanjung Layar. Tak jauh dari lokasi itu terdapat objek wisata unik dan penuh misteri yang disebut Goa Sanghyang Sirah. Di dalam goa alam wisatawan bisa menikmati suasana lain, yaitu mandi di telaga yang airnya jernih dan dingin sekali. Dan masih banyak lagi objek wisata lain di sekitar taman nasional yang luas yang bisa mempersona pengunjung.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment

berita nusantara

ShareThis

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...